Jumat, 17 September 2021

Loker Enumerator Solopos Institute

 *LOWONGAN*

Solopos Institute, sebuah lembaga pelatihan jurnalistik dan riset di Solo,  tengah mempersiapkan riset pasar di kawasan Soloraya. Kami membutuhkan sejumlah tenaga untuk kontrak jangka pendek dengan syarat sebagai berikut : 


*ENUMERATOR*


1. Pria/Wanita

2. Diutamakan yang berdomisili di Kota Solo dan sekitarnya

3. Memiliki sepeda motor dan SIM C 

4. Memiliki relasi luas dan dapat berkomunikasi dengan baik

5. Fresh graduate atau mahasiswa semester akhir

6. Lebih disukai berpengalaman sebagai enumerator. 

7. Siap bekerja sesuai target


*QUALITY CONTROL*


1. Pria/Wanita

2. Diutamakan yang berdomisili di Kota  Solo dan memiliki laptop.

3. Menguasai dengan baik program SPSS 20.00 dan Microsoft Excel.

4. Dapat bekerjasama dengan tim.

5. Fresh graduate atau mahasiswa semester akhir

6. Lebih disukai berpengalaman sebagai enumerator. 

7. Siap bekerja sesuai target


Bagi yang berminat, segera kirim lamaran dan CV Anda melalui email ke :

pusdok@solopos.co.id   dengan judul Enumerator atau Quality Control 

Lamaran paling lambat kami terima  22 September 2021.

Selasa, 22 Desember 2020

Loker Field Facilitator JAPFA Foundation

 JAPFA Foundation merupakan sebuah Yayasan korporasi milik PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang dengan visi “Memaksimalkan potensi Kaum Muda melalui bidang Pendidikan Agrikultur, Gizi dan Olah Raga”. Didirikan pada bulan Maret 2015, JAPFA Foundation menerapkan dan mewujudkan Motto JAPFA GROUP yaitu, “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama”. Fokus JAPFA Foundation ada pada Program Peningkatan Pendidikan Agrikultur, Beasiswa, Nutrisi, Olahraga dan juga menyasar pada pengembangan sumber daya manusia / masyarakat.   JAPFA Foundation menyadari penuh bahwa suatu program perlu berkelanjutan dan menyertakan banyak aspek pendukung. Oleh karena itu, JAPFA Foundation secara aktif menjalin komunikasi dan kemitraan dari individu, organisasi, pemerintah untuk bersama-sama mencari ide, inovasi dan berbagai terobosan baru untuk menjawab tantangan di bidang Pendidikan, Nutrisi, dan Olahrga.   Saat ini JAPFA Foundation sedang mencari posisi berikut ini:   

Posisi : Field Facilitator (FF)   

Jumlah Kebutuhan           : 4 orang   

Lokasi                                    : 1 orang setiap wilayah

 1.       Pandeglang 

2.       Gunung Kencana 

3.       Subang 

4.       Cirebon   

Kontrak kerja                      : Maret 2021 – September 2021 (berpotensi diperpanjang selama 3 tahun)   

Tanggung Jawab FF :

 1.    Bertanggung jawab akan kenaikan produktivitas/performa (IP-Indeks Performance) dari peternak ayam broiler binaan program Bertani untuk Negeri di lokasi penempatannya secara konsisten 

2.    Berkunjung ke cluster peternakan yang ada di lokasi penempatannya setiap hari 

3.    Melakukan coaching dan memantau kinerja dari Asisten Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dalam mengidentifikasi permasalahan peternak binaan, menemukan akar permasalahan, memberikan solusi dan implementasi solusi untuk meningkatkan produktivitas peternak 

4.    Bersama-sama dengan Asisten PPL memberikan pelatihan kepada peternak binaan dalam bentuk Sekolah Lapang (FFS- Farmers Field School) 

5.    Mendukung program penyaluran kredit kepada peternak binaan untuk pengembangan usaha dan peningkatan produktivitas

 6.    Monitor dan memeriksa pengumpulan dokumen dari Asisten PPL   

Kualifikasi FF : 

1.       Pengalaman di bidang produksi peternakan ayam minimal 5 tahun. 

2.       Lulusan S1 Peternakan - atau jika tidak, berpengalaman dalam peternakan ayam broiler. 

3.       Memiliki laptop pribadi. 

4.       Familiar menggunakan program Microsoft Word, Excel dan Powerpoint. 

5.       Familiar menggunakan fasilitas meeting online seperti Zoom dan Google meet. 

6.       Memiliki kendaraan pribadi dan mempunyai SIM A/C (preferably mobil). 

7.       Memiliki jiwa kepemimpinan, motivasi untuk bekerja dan menyukai tantangan. 

8.       Sehat jasmani dan rohani. 

9.       Mampu melakukan perjalanan dinas setiap hari di wilayah klusternya. 

10.   Memiliki kemampuan baik dalam berkomunikasi. 

11.   Bersedia ditempatkan di wilayah Pandeglang, Gunung Kencana, Subang, Cirebon. 

  Fasilitas : 

1.       Gaji pokok 

2.       Bonus performa produktivitas 

3.       Tunjangan kesehatan BPJS dan transportasi  

 Jika Anda merasa memenuhi syarat dan tertarik, silakan kirimkan CV dan dokumen pendukung (KTP, Pas Foto, Ijazah Kelulusan, Transkrip Nilai dan Sertifikat (jika ada)) 

ke admin1@japfafoundation.org 

sebelum 25 Januari 2021 pukul 20.00 WIB.   

Terima kasih atas perhatiannya

Jumat, 11 Desember 2020

Loker Fasilitator Kesehatan UNDP

Barangkali ada rekan-rekan yang berminat untuk bekerja di UNDP sebagai Fasilitator Kesehatan. 

Dicari yang berdomisli di provinsi terkait. IC/UNDP/HGI/118/2020 - Provincial Facilitator for SMILE Project in Province Level - National Consultant (12 positions/ 1 position for 1 province)

1. Aceh 1 Fasilitator

2. Sumatera Utara 1 Fasilitator 

3. Bangka Belitung 1 Fasilitator 

4. Sumatera Selatan 1 Fasilitator 

5. Yogyakarta 1 Fasilitator 

6. Jawa Timur 1 Fasilitator 

7. Bali 1 Fasilitator 

8. Nusa Tenggara Barat 1 Fasilitator 

9. Kalimantan Selatan 1 Fasilitator 

10. Sulawesi Selatan 1 Fasilitator 

11. Papua 1 Fasilitator 

12. Papua Barat 1 Fasilitator  


https://procurement-notices.undp.org/view_notice.cfm?notice_id=73656

Selasa, 06 Oktober 2020

LOKER KOORDINATOR SURVEI DAN ENUMERATOR di Sikus Indonesia

 *LOWONGAN UNTUK KOORDINATOR SURVEI DAN ENUMERATOR:*


Sabtu, 3 Oktober 2020



Siklus Indonesia, yang berkantor di Jakarta, akan melakukan kegiatan survei *“Hambatan dan Pendukung Layanan TBC Berbasis Pasien di Sektor Swasta di Indonesia”*. Untuk kegiatan tersebut, Siklus Indonesia akan merekrut Koordinator Survei dan Enumerator untuk pelaksanaan pengambilan data, yang akan dilaksanakan di 6 wilayah. Koordinator dan Enumerator yang terpilih akan bekerja di wilayah tersebut, yaitu:


1. Jakarta Utara

2. Jakarta Selatan

3. Kabupaten Gresik

4. Kota Denpasar

5. Kota Medan

6. Kota Samarinda


Periode kegiatan: Oktober s/d November 2020 (durasi kontrak: 30 hari)


*1. KOORDINATOR SURVEI (Kode KS)*


Koordinator Survey bertanggung jawab untuk:

• Melakukan koordinasi secara aktif dengan Dinkes Kabupaten/Kota, organisasi seperti PETA dan Aisyiah, serta dengan fasilitas kesehatan.

• Melakukan komunikasi secara berkala antara petugas enumerator dan anggota tim studi tentang kemajuan studi selama proses pengumpulan data.

• Membantu layanan kesehatan yang dipilih dalam mengidentifikasi calon responden.

• Memastikan proses rekrutmen responden sesuai dengan protokol penelitian dan SOP dari perawat di fasilitas kesehatan terpilih.

• Memastikan dilakukannya pendokumentasian pelaksanaan studi di setiap fasilitas kesehatan terpilih, misalnya dengan logbook.

• Mengembangkan peranan petugas enumerator dan jadwal wawancara dengan responden terpilih.

• Membantu petugas enumerator melakukan wawancara, khususnya pada saat wawancara yang pertama dilaksanakan.

• Memberikan laporan kemajuan pelaksanaan studi kepada anggota studi. Jika perlu, dapat berkontribusi untuk pengembangan laporan kemajuan studi.


Kualifikasi untuk Koordinator Survei:

• Minimum memiliki gelar Sarjana dalam bidang Kesehatan Masyarakat atau yang berhubungan dengan kesehatan (misalnya kedokteran, farmasi, keperawatan, dll).

• Memiliki pengalaman minimal 3 tahun melakukan penelitian kesehatan atau survei kesehatan. Memiliki pengalaman dalam penelitian TB akan menjadi nilai tambah.

• Berpengalaman melakukan mobile survey dan mampu melakukan verifikasi data secara online dan real-time.

• Memiliki keterampilan komunikasi yang baik dan mampu melakukan pendekatan untuk berkoordinasi dengan tim studi, termasuk TBPS PI, lembaga penerima dana, Dinkes Kabupaten/Kota, dan fasilitas kesehatan.



*2. ENUMERATOR (kode EN)*


Enumerator bertanggungjawab untuk:

• Berkoordinasi secara rutin dengan Dinkes Kabupaten/Kota, fasilitas kesehatan yang terpilih, dan CSO lainnya seperti PETA dan Aisyiah.

• Mengidentifikasi calon responden bersama dengan staf fasilitas kesehatan yang terpilih dan koordinator studi.

• Memastikan perekrutan responden sesuai dengan protokol dan SOP studi.

• Memastikan dokumentasi pelaksanaan studi di setiap fasilitas kesehatan yang terpilih. Pendokumentasian dibuat dalam format pencatatan harian atau disebut 'logbook'.

• Melakukan wawancara dengan responden terpilih di setiap fasilitas kesehatan.

• Melaporkan proses pengumpulan data harian kepada koordinator studi, termasuk tantangan yang ditemui selama pengumpulan data.


Kualifikasi untuk Enumerator:


• Kandidat harus memiliki pengalaman sebagai pewawancara untuk setidaknya di dua survei kuantitatif yang dilakukan di tingkat kabupaten/kota. 

• Pengalaman melakukan survei yang terkait dengan layanan kesehatan kabupaten/kota.

• Mampu melakukan pendekatan dan berkomunikasi dengan baik kepada responden.

• Mampu menggunakan tablet sebagai perangkat pengumupulan data.

• Memiliki perhatian pada detil.

• Bersedia bekerja secara mobile untuk menjangkau responden. 



Aplikasi dapat dikirimkan dengan melampirkan CV melalui email ke: 

tbps.siklusindonesia@gmail.com  

selambat-lambatnya *Rabu, 7 Oktober 2020 pukul 16.00 WIB*, dengan mencantumkan subject posisi dan lokasi yang dipilih, seperti: *“KOORDINATOR SURVEI – Kota Medan”*. Hanya kandidat yang memenuhi kriteria yang akan dihubungi untuk proses seleksi selanjutnya.


Terima kasih 🙏

Jumat, 07 Agustus 2020

Loker Supervisor dan Enumerator CIRCLE Indonesia

 DIBUTUHKAN SEGERA

Asisten Konsultan dan Enumerator


CIRCLE Indonesia adalah sebuah lembaga konsultan berbentuk koperasi, yang berkantor di Yogyakarta, Indonesia.  CIRCLE Indonesia akan melaksanakan survei dan penelitian di  Pengalengan, Jawa Barat dalam kurun waktu 31 Agustus – 15 September 2020. Untuk kegiatan tersebut CIRCLE Indonesia memerlukan Asisten Peneliti/Supervisor dan Enumerator.

 

Penelitian dan Survei akan dilakukan di :

Kabupaten Pengalengan, Jawa Barat

 

Untuk pelaksanaan kegiatan ini, CIRCLE Indonesia memerlukan:

1 Asisten Peneliti/Supervisor dan 4 Enumerator.

 

 Prakiraan hari kerja:


Asisten Konsultan sekitar 8 hari kerja


Enumerator sekitar 10 hari kerja.


 

 Kualifikasi Asisten Konsultan adalah sebagai berikut:


Diutamakan yang berdomisili di wilayah Kab. Pengalengan, Jawa Barat


Diutamakan yang dapat berbahasa Sunda


Minimum lulusan S1 untuk bidang ilmu sosial (politik), ekonomi, komunikasi, ilmu pemerintahan, sosiologi dan sejenisnya, yang punya pengalaman sebagai enumerator dan atau asisten peneliti.


Berpengalaman melakukan penggalian data melalui wawancara mendalam


Lebih diutamakan yang memiliki pengalaman memandu FGD


Jujur,  Enerjik, dinamis, supel, memahami konteks budaya setempat dan mampu bekerja dalam tim.


Mampu bekerja di bawah tekanan


Fokus, memiliki komitmen kuat menyelesaikan tugas.


Siap pelatihan dan turun lapangan dengan kisaran 8 hari kerja


Diutamakan yang memiliki sepeda motor, dapat mengendarai motor dan memiliki SIM C


Diutamakan yang memiliki android (HP atau Tablet)


 

 Kualifikasi Enumerator yang dibutuhkan, adalah:


Diutamakan yang berdomisili di wilayah Kab. Pengalengan, Jawa Barat


Diutamakan yang dapat berbahasa Sunda


Minimum lulusan D3 atau mahasiswa tingkat akhir untuk bidang ilmu sosial (politik), ekonomi, komunikasi, ilmu pemerintahan, sosiologi dan sejenisnya, yang punya pengalaman sebagai enumerator.


Jujur,  Enerjik, dinamis, supel, memahami konteks budaya setempat dan mampu bekerja dalam tim.


Mampu bekerja di bawah tekanan


Fokus, memiliki komitmen kuat menyelesaikan tugas.


Siap pelatihan dan turun lapangan dengan kisaran 10 hari kerja


Diutamakan yang memiliki sepeda motor, dapat mengendarai motor dan memiliki SIM C


Diutamakan yang memiliki android (HP atau Tablet)


 

Surat Lamaran dan CV dikirimkan via email ke: hrd.circleindo06@gmail.com

Tuliskan dalam subyek email:   posisi yang dilamar_namaAnda

Format nama file CV Anda sebagai berikut: posisi yang dilamar_namaAnda

Misal: Enumerator_Alex atau Asisten Konsultan_Suci

Surat lamaran dan CV paling lambat kami terima hari Selasa, tanggal 11 Agustus 2020 jam 17.00 WIB. Setelah waktu tersebut, lamaran dan CV tidak kami proses.

 

Catatan: 


Pelamar yang memenuhi syarat dan mengirimkan lamaran lebih cepat, akan menjadi prioritas dihubungi.  


Bagi pelamar yang terpilih, bersedia melakukan rapid test sebelum penugasan. CIRCLE akan mengganti biaya rapid test.

Rabu, 05 Agustus 2020

Loker Analis Laboratorium Kesehatan


Position Title: Analis Laboratorium Kesehatan

Saat ini Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di Asia Tenggara. Data mencatat pada tanggal 25 Juni 2020 jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 50.187 orang dan 2.620 di antaranya meninggal. Tingkat kematian (CFR) diperkirakan sebesar enam persen, sementara jumlah tes yang dilakukan masih tetap rendah yaitu kurang dari 500 tes per satu juta penduduk. Jumlah kasus infeksi dan kematian yang tidak tercatat diperkirakan jauh lebih tinggi dari angka yang dilaporkan secara resmi.
Dalam upaya “melandaikan kurva” penularan penyakit, pada tanggal 13 Maret 2020 Presiden Joko Widodo membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang beranggotakan wakil dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Kepolisian Negara RI dan Tentara Nasional Indonesia. Tugas Gugus Tugas ini adalah untuk mengkoordinir dan mengawasi upaya pemerintah Indonesia menanggulangi dan mitigasi krisis yang ditimbulkan oleh COVID-19, termasuk penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berupa pembatasan perjalanan dalam dan luar negeri, kebijakan bekerja dari rumah untuk kegiatan non-esensial, peliburan sekolah, pembatasan kegiatan ibadah dan budaya, serta pelarangan kerumunan massa di wilayah yang paling terdampak. Ini mencakup Jakarta; Depok, Bogor, Bekasi, dan Bandung di Jawa Barat; Tangerang Selatan dan Tangerang di Banten; Surabaya di Jawa Timur; Kalimantan Selatan dan Utara; serta Makassar di Sulawesi Selatan.
Proyek United States Agency for International Development (USAID) Linkages Across the Continuum of HIV Services for Key Populations Affected by HIV – atau “LINKAGES” – adalah proyek perjanjian kerja sama selama enam tahun yang dikelola oleh FHI 360. Tujuan proyek adalah mendukung dan mempercepat penguatan kapasitas dari mitra pemerintah, organisasi masyarakat populasi kunci dan pihak swasta untuk secara efektif membuat rencana, menyediakan layanan pencegahan, perawatan dan pengobatan HIV/AIDS yang komprehensif secara optimal dan luas untuk mengurangi penularan HIV di populasi kunci (ponci) dan populasi prioritas (PP) dan meningkatkan kualitas hidup orang yang hidup dengan HIV.
Di bulan Juni 2020, LINKAGES Indonesia menerima dana dari Pemerintah Amerka Serikat melalui USAID dan State Department Strategy to Prevent, Prepare for, and Respond to COVID-19. Dukungan ini diberikan untuk mempercepat upaya global Pemerintah Indonesia dalam menekan penularan COVID-19 lebih lanjut dan mencegah munculnya kembali COVID-19, mitigasi dampak yang ditimbulkan. Dalam rangka implementasi kegiatan tersebut, LINKAGES Indonesia bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan COVID-19. Bentuk dukungan dilakukan melalui dukungan teknis dan anggaran untuk 4 kegiatan utama sebagai berikut: 
(1)    Memperkuat sistem penelusuran kontak, rujukan dan penanggulangan COVID-19; 
(2)    Memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan COVID-19 di Jakarta; 
(3)    Memberi bantuan tanggap darurat bagi populasi kunci atau prioritas untuk memperoleh pengobatan HIV/TB secara kontinu di Jakarta dan sekitarnya; dan 
(4)    Mempercepat perluasan uji diagnostik laboratorium (PCR) untuk COVID-19 di Jakarta melalui penyediaan sumber daya untuk penguatan analisis laboratorium.
JOB SUMMARY/DESCRIPTION:
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan No. 94/SE/2020 tentang Active Case Finding COVID-19 berkomitmen mengerahkan puskesmas kecamatan di lima kota administrasi di Jakarta melakukan pemeriksaan PCR dengan target 2.230 tes PCR per hari. Hal tersebut merepon kebutuhan pemeriksaan PCR yang tepat dan akurat bagi warga DKI Jakarta dalam menekan penularan kasus baru positif COVID-19 di DKI Jakarta dan kesegeraan tindakan penanganannya. 
LINKAGES akan mendukung sejumlah delapan (8) orang analis laboratorium tambahan (melalui kontrak sebagai konsultan) di akan ditempatkan rumah sakit rujukan COVID-19 yang ditunjuk di Pemprov DKI Jakarta.

Para analis ini dapat mahasiswa tingkat akhir atau lulusan dari program studi laboratorium kesehatan atau pensiunan petugas laboratorium. Pelaksanaan konsultasi ini dilakukan di bawah pimpinan Dinas Kesehatan Provinsi, berkoordinasi erat dengan mitra implementasi USAID untuk COVID-19. 
Seluruh kegiatan akan mengacu pada SOP pemeriksaan laboratorium yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan kebijakan lainnya yang diatur oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
 
DUTIES AND RESPONSIBILITIES
1)      Melaksanakan kegiatan teknis laboratorium mulai dari persiapan pengambilan sampel, pengepakan specimen untuk pengiriman apabila di perlukan dan analisis sampel sesuai kebutuhan, mengacu pada pedoman pelayanan dan standar prosedur operasional (SOP) yang berlaku dengan koordinasi oleh petugas di layanan tersebut
2)       Menjaga mutu kegiatan teknis laboratorium sesuai standar prosedur operasional; 
3)      Membantu untuk pemantauan logistic terkait PCR (seperti reagen dan bahan habis pakai lainnya) dan melaporkan ke bagian terkait untuk memastikan keberlangsungan pemeriksaan lab tanpa stock out
4)      Melaksanakan kegiatan pencatatan dan pelaporan; 
5)      Mengikuti dan melaksanakan kegiatan kesehatan dan keselamatan kerja laboratorium; 
6)      Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan penanggung jawab laboratorium atau tenaga kesehatan lain; 
7)      Menyiapkan bahan rujukan spesimen.
 
QUALIFICATIONS
Required Education
DIII/S1
Preferred Education
Lulusan atau latar belakang dari Universitas/Perguruan Tinggi/Sekolah Tinggi/Akademi Analis Kesehatan/Ahli Teknologi Laboratorium Medis/Litkayasa/Peneliti virology dan ilmu lain yang berkaitan.
 
Preferred Experience
Memiliki kompetensi dalam pemeriksaan dengan Real Time PCR, biosafety dan biosecurity dan penanganan sampel mulai dari  penerimaan  hingga pengiriman sampel. Pernah bekerja atau pensiunan dari laboratorium pusat, daerah, rumah sakit atau laboratorium swasta. 
 
Others:
1.      Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Repubik Indonesia;
2.      Berkelakuan baik dan tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;
3.      Tidak memiliki riwayat penyakit berat catastropik;
4.      Bersedia ditempatkan di Rumah Sakit, Puskesmas, Jejaring Laboratorium Pemeriksaan COVID-19 dan Ambulans Gawat Darurat di lingkungan Provinsi DKI Jakarta;
5.      Tidak mengonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekusor, dan zat adiktif lainnya (NAPZA);
6.      Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan melalui skrining kesehatan online;
7.      Kemampuan untuk memenuhi tenggat waktu dengan perhatian yang kuat pada konsistensi, detail, dan kualitas;
8.      Tidak berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau Penyedia Jasa Lainnya Perorangan baik di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Instansi/ Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah Daerah lain

Mohon masukan surat lamaran dan CV ke hr.indonesia@fhi360.org paling lambat tanggal 14 Agustus 2020 dan cantumkan nama posisi sebagai subjek e-mail.

Loker PETUGAS LAPANGAN - KESEHATAN

Yayasan Selaksa Sejahtera (YASERA) adalah organisasi sosial kemanusiaan yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas untuk meningkatkan kesehatan, kemandirian dan kesejahteraan keluarga. Saat ini Yasera sedang menjalankan program pengembangan masyarakat di Karangasem, Propinsi Bali.
Kami mengundang kandidat yang berdedikasi tinggi, memiliki kapabilitas dan dengan semangat yang sama membangun komunitas untuk bergabung dengan tim kami sebagai:

Posisi                               : PETUGAS LAPANGAN - KESEHATAN
Program                           : Program Komunitas Tangguh Terintegrasi Bali
Lokasi                              : Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali, Indonesia
Jabatan Atasan                : Ketua Peleksana Program Bali
Status Karyawan              : Kontrak 1 tahun – mungkin di perpanjang
Tanggal Mulai                   : Agustus 2020

Kandidat yang berhasil akan memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan Program Komunitas Tangguh Terintegrasi Bali (PKTT) di Karangasem, Bali.

Persyaratan Keterampilan, Pendidikan, dan Pengalaman Minimal:
·       Pengetahuan dan kualifikasi yang relevan sampai dengan tingkat sarjana
·       Minimal berpengalaman 2 tahun di kesehatan dan pendampingan masyarakat.
·       Mendemonstrasikan kemampuan untuk mengatur kegiatan di masyarakat.
·       Kemampuan komputer tingkat tinggi termasuk MS Word dan Excel
·       Kemampuan mengorganisasikan dengan baik dan selalu tepat waktu
·       Mampu bekerja secara independen dengan pengawasan terbatas
·       Mampu bekerja sama dalam tim dengan kemampuan interpersonal yang baik
·       Memiliki kemampuan yang baik dalam mengorganisasikan, memprioritaskan, serta dapat mengerjakan banyak tugas.
·       Mampu mengatur dan menyimpan informasi rahasia.
·       Mampu bekerja sama dengan orang berlatar belakang budaya yang berbeda.
·       Bersedia bekerja di Kabupaten Karangasem, Bali (Non Relokasi). 

Disenangi tetapi tidak wajib:
·        Berpengalaman bekerja di Bali.
·        Berdomisili di Bali.
·        Mampu berbahasa satu atau lebih bahasa di Bali

Bagi yang berminat, silahkan mengirimkan lamaran Anda beserta daftar riwayat hidup ke rekrut@yasera.org,  sebelum tanggal 7 Agustus 2020. Harap mencantumkan kode “PLK-BALI”pada judul e-mail.

Hanya yang memenuhi persyaratan yang akan kami hubungi untuk proses seleksi selanjutnya.

Kamis, 23 Juli 2020

OpRec District Officer Yayasan Cipta

Vacancy Notice -- Yayasan Cipta -- District Officer - Kaltim, Riau, NTB, Sumbar, Jabar



DIBUTUHKAN SEGERA !!
Yayasan Cipta dahulu YCCP adalah merupakan organisasi nirlaba dengan keahlian dan pengalaman mendalam di bidang advokasi, perubahan perilaku, mobilisasi masyarakat, pemasaran sosial dan riset sosial. Keahlian dan pengalaman luas Yayasan Cipta dalam isu kesehatan dan lingkungan termasuk di dalamnya mengenai Air, Sanitasi dan Hygiene, HIV dan AIDS, Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Kesehatan Reproduksi, Penyakit Menular dan Konservasi Lingkungan. Silakan mengunjungii website Yayasan Cipta di www.yayasancipta.org.

Yayasan Cipta telah menangani berbagai proyek besar dan kecil dari sejak berdirinya di tahun 2008, dan saat  ini Yayasan Cipta dalam mengantisipasi proyek yang akan segera di laksanakan memerlukan dengan segera :
District Officer (DO) – posisi full time untuk bertugas di daerah Kutai Kertanegara (Kalimantan Timur), Rokan Hulu (Riau), Lombok Utara (NTB), Pasaman Barat (Sumatra Barat), Garut dan Pandeglang (Jawa Barat). 

Tugas Pokok :
Dibawah supervisi dari Advocacy Program Officer, District Officer memberikan dukungan dan mendampingi kegiatan di Kota/Kabupaten dengan cara :
• Memberikan bantuan teknis advokasi dan komunikasi perubahan perilaku
• Mendampingi pelaksanaan kegiatan 
• Mendokumentasikan aktifitas dan pelaporan termasuk pelaporan untuk monitoring dan evaluasi dengan pengumpulan data program sesuai standar yang ada, pengumpulan data yang mendukung capaian hasil program dan hasil kegiatan
• Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan bulanan atau sebagaimana diminta supervisor
• Menyusun laporan keuangan bulanan dan kegiatan di daerah

Kualifikasi :
1. Minimum Sarjana (S1)  Kesehatan Masyarakat, komunikasi atau Ilmu Sosial Lainnya
2. Memiliki pengalaman minimal 3 (tiga) tahun pada program-program sejenis
3. Diutamakan untuk dapat diisi oleh kandidat berdomisili dari district dimana akan ditempatkan
4. Mampu berbahasa Indonesia dengan baik, mengumpulkan data dan informasi yang tepat sasaran dan mengikuti aturan penulisan yang sudah ditetapkan.
5. Mampu mengoperasikan komputer Microsoft Word, Excell dan Powerpoint
6. Memiliki kemampuan komunikasi personal, negosiasi, dan lobbying dengan baik
7. Berpengalaman berjejaring dengan pemerintah, LSM, masyarakat dan berpengalaman bekerja dengan Dinas Kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota
8. Memiliki hubungan baik dengan dinas-dinas lainnya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dan pengalaman bekerja dalam pekerjaan serupa sangat di minati
9. Mampu memenuhi tenggat waktu sebagaimana ditentukan dengan hasil yang baik
10. Memiliki kemampuan manajemen interpersonal dan manajemen waktu yang baik
11. Mampu untuk bekerja dengan supervisi minimal dan kemampuan untuk bekerja dalam tim
12. Bersedia untuk ditugaskan ke lapangan dan melakukan perjalanan

Surat lamaran dan CV untuk dikirimkan melalui e-mail ditujukan ke recruitment@yayasancipta.org  dengan menulliskan  DO – “nama pelamar” – “nama daerah” sebagai subyek, paling lambat tanggal 25 Juli 2020. 

Renumerasi akan disesuaikan dengan pengalaman dan qualifikasi.
Hanya kandidat yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang relevan akan dihubungi oleh Yayasan Cipta.

OpRec Technical Officer-Yayasan KNCV Indonesia

Yayasan KNCV Indonesia is a non-profit organisation that aims to be a strong local and self-sustaining organization dedicated to the fight against tuberculosis (TB) in Indonesia. Yayasan KNCV Indonesia promotes effective, efficient, innovative and sustainable tuberculosis control strategies in Indonesia. We are an organization of passionate TB professionals, including doctors, researchers, training experts, and epidemiologists. We aim to stop the spread of the TB epidemic and to prevent the further spread of drug-resistant TB.

 

Currently, Yayasan KNCV Indonesia is looking for:


Technical Officer (4 posts)

Duty Stations: Surabaya, Makassar, Serang & Bekasi

 

The Technical Officer will provide technical assistance with regards to the PPM priority district activities and other stake holders.


Key Responsibilities include:

• Provide quality technical assistance to each TA stakeholders (Project Manager, PRs, consultants, stakeholders) in the implementation and monitoring of each TA. 
• Provide support in the implementation of the project activities in the district level
• Compile, update as needed and distribute training materials to support the implementation of the PPM approach as defined in NTP/MoH policies. 
• Identify potential problems and advise Deputy Project Director on the necessary corrective actions, follow up these actions, and prepare brief monitoring visit reports on findings and recommendations. 
• Ensure smooth implementation of each TA in accordance with agreed plan in selected areas. 
• Assist province and district health office and partners in TA problem solving and encourage sustainability of future implementation within the district. 
• Prepare regular report and recommendations for problem solving/action plan. 
• Contribute to developing of TOR TA plan, review the deliverables on the technical quality. 
• Maintain relations with stakeholders, partners and institutions. 
• Initiates and facilitates discussions with regards to PPM priority district activities at the national and district level.

• Ensure data collected from field are correct and valid.


Qualifications and Competencies:  

1. Educational Qualification:

• Medical Doctor/Officer preferably with NGO background.

2. Competencies:

• Minimum of 1-2 years working experience in public health/medical science or management preferably in health/TB control project.

• Good interpersonal skills

• Good communication and facilitation skills



Yayasan KNCV Indonesia offers a flexible and supportive work environment and strongly encourages developing your skills and abilities to further your career opportunities.


Interested applicants are requested to submit their CV and application to recruitment@yki4tbc.org.

 This vacancy is open until 29 July 2020. 

Please ensure to put the post you apply for and preferred duty station in the subject line of your e-mail.


Only shortlisted candidates will be contacted.

Selasa, 07 Januari 2020

Save the Children Indonesia Vacancy: Project Coordinator

Project Coordinator
1 (one) position based in NTT – West Sumba

ROLE PURPOSE:
Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save the Children Indonesia) is changing for the better.  We've begun to build a national organization that aims to be a strong, local, and self-sustaining voice for children in Indonesia.  To this end, SC Indonesia has been designated as a “Member”.  As ‘Member’ Indonesia has been identified as part of the next way of new member development, which focusses on strengthening and localizing our voice for children in strategic middle income countries. Indonesia has been authorised by member ballot to start fundraising locally as a first step towards building a financially sustainable local organization. Future work will also involve developing a strong local governance structure and building key partnerships with local government, the private sector, local civil society among others. Success of the pilot phase will set the Indonesia on a pathway to full membership.
Yayasan Sayangi Tunas Cilik is implementing a comprehensive education program in Sumba, NTT Province over the next several years. The post holder has overall responsibility for performing the implementation Waliku project activity and management within Sporsorship program in Sumba.

QUALIFICATIONS AND EXPERIENCE :
Skills and Knowledge:
The Waliku Coordinator will possess the following qualifications and experience:
  • An advanced degree (Master preferred) in education, public health, social sciences or relevant development-oriented subjects;
  • Practical experience in conducting both qualitative and quantitative research for development programs, preferably within Indonesia;
  • Knowledge of the Indonesian education and health system, including recent reforms;
  • Solid experience in research protocol and familiarity in public health programmatic intervention especially in school health program, malaria prevention.
  • Solid experience in information technology
  • Excellent written and verbal communication, liaison and interpersonal skills;
  • Excellent written (technical as well) and verbal communication skills in English and Bahasa Indonesia is desirable;
  • A high level of integrity, initiative, adaptability, and ability to perform in a high-pressure environment; and
  • Good sense of prioritization.
  • Ability to work independently without considerable day-to-day support.

Behavioral Competencies:

  • Good team facilitator and member.
  • Willingness to travel at times in difficult conditions.
  • A commitment to high quality of work and efficiency.
  • Low resistance to change.
  • Concern for detail.

External applicant:
Closing date for application is up to January 13th, 2020
(Only short-listed candidates will be notified)

Please visit our website for more info https://www.stc.or.id/join-us/karir

Save the Children Indonesia Vacancy: Consultant for Adolescent Development Community

Konsultan Program Pengembangan Remaja di Komunitas
1 (one) position based in Sumba Barat

Background:
Pada tahun 2020-2030, akan terjadi bonus demografi yaitu jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) jauh lebih besar dibandingkan kelompok usia lainnya[1]Jika penduduk usia produktif memiliki kualitas yang baik dan mendapatkan layanan yang dibutuhkan, maka dapat diasumsikan bahwa negara bisa mencapai tingkat produktivitas serta pembangunan sosial dan ekonomi yang lebih tinggi pada periode tersebut kelak. Saat ini, sebagian besar bonus demografi berada pada kelompok usia remaja.

Masa remaja merupakan tahap perkembangan manusia dari usia 10-19 tahun yang ditandai dengan perubahan signifikan dalam tubuh mereka maupun lingkungan sosialnya[2]. Remaja mulai mengalami pubertas, kematangan organ-organ reproduksi, dan muncul rasa ketertarikan seksual dengan orang lain. Pada tahap perkembangan ini, remaja rentan menghadapi tiga resiko utama, yaitu seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA. Tiga resiko tersebut lazim disebut sebagai TRIAD KRR. Penelitian-penelitian terkini menunjukkan meningkatnya tren pengalaman seksual pada remaja, seperti berpegangan tangan, berciuman, hingga berhubungan seksual. Sekitar 4% perempuan dan 6,9% laki-laki usia 13-15 tahun mengaku pernah berhubungan seksual[3]. Terdapat pula tren yang terus meningkat mengenai infeksi HIV dari tahun 2010-2015 yaitu 0,43%. Adapun data BNN pada tahun 2016 menunjukan bahwa 1.148..200 (27,5 %) pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa. Ketika pengguna sudah mengkonsumsi psikotropika, maka kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan perilaku berisiko lainnya, yakni merokok, meminum alkohol, dan hubungan seksual.

Pada konteks Sumba, berbagai masalah ini sudah mulai diatasi dengan pemberian informasi dan pengetahuan komprehensif tentang kesehatan seksual dan reproduksi remaja melalui penerapan Kurikulum Terpadu Pengembangan Remaja. Sekolah Menengah Pertama berpartisipasi aktif memberikan edukasi ini melalui intrakulikuler maupun ekstrakulikuler, seperti program UKS-KKR. Akan tetapi, remaja menghabiskan waktu di sekolah hanya ¼ dari waktu yang ia miliki selama satu hari. Sebagian besar aktivitas remaja berada di lingkungan rumah atau komunitas. Dengan kata lain, kesuksesan dalam meingkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap remaja terhadap kesehatan dirinya harus didukung oleh berbagai pihak yang berinteraksi langsung dengan remaja, khususnya lingkup keluarga.
Sehubungan dengan hal tersebut, Save the Children Indonesia mendukung pelaksanaan UU Nomor 52 Tahun 2009, tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Pasal 48 ayat 1 (b) yang menyatakan bahwa “Peningkatan kualitas remaja dengan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga” dengan mengembangkan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR). BKR merupakan salah satu program dari BKKBN untuk menghasilkan Generasi Berencana (GenRe). Kelompok BKR dapat membantu orangtua dalam memahami remaja, permasalahan dan cara berkomunikasi dengan remaja. Melalui kelompok BKR setiap keluarga yang memiliki remaja dapat saling bertukar informasi dan berdiskusi bersama tentang hal-hal yang berkaitan dengan remaja. Selain itu, pencapaian Generasi Berencana juga didukung dengan pelaksanaan Pusat Pengembangan Remaja (AD Center) di komunitas di mana para remaja akan dilatih untuk memiliki keterampilan-keterampilan yang mendukung kesuksesan masa depan mereka.

The objective of consultancy
Melaksanakan pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi Program Pengembangan Remaja di komunitas dampingan Save the Children yang telah disepakati bersama dengan staf Save the Children di Pusat Pengembangan Remaja (AD Center).

Deliverables:
  1. Perencanaan bulanan.
  2. Laporan bulanan
  3. Data pendampingan komunitas mingguan dalam format excel.
  4. Laporan kegiatan termasuk melampirkan daftar hadir, hasil pre-test dan post-test, feedback peserta, foto dan video kegiatan, serta dokumen administratif lainnya dalam bentuk soft copy dan hard copy.

Scope of Work:
  1. Mengorganisir rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, KPA, dan kelompok remaja di desa untuk pembentukan Pusat Pengembangan Remaja (AD Center) di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.
  2. Melakukan pendampingan teknis Pusat Pengembangan Remaja (AD Center) di komunitas dampingan Save the Children.
  3. Mendukung petugas lapangan dari mitra lokal dalam implementasi sesi Bina Keluarga Remaja di komunitas.
  4. Melakukan pendampingan teknis kepada PLKB dan kader BKR di komunitas dampingan Save the Children.
  5. Memperkuat kolaborasi antar sektor di tingkat desa meliputi hubungan kerja sama Puskesmas, sekolah, komunitas, dan pemerintah desa.
  6. Mendukung pelaksanaan studi “Anak Termiskin dan Terpinggirkan” di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.
  7. Mendukung pelaksanaan studi “Penilaian Pasar Tenaga Kerja” (Labor Market Assessment) di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.
  8. Membuat laporan kegiatan dengan dokumen-dokumen pendukung dalam waktu dua minggu setelah kegiatan.
  9. Mendokumentasikan perkembangan pelaksanaan sesi AD Center di komunitas dampingan Save the Children dalam laporan bulanan.
  10. Menyediakan data pendampingan komunitas setiap minggu.
  11. Mendukung implementasi sistem pengawasan dan evaluasi (monitoring, and evaluation) untuk program Sponsorship.
  12. Berkontribusi pada strategi advokasi dan komunikasi untuk meningkatkan efektivitas implementasi program pengembangan remaja di komunitas.
  13. Berpartisipasi dalam rapat bulanan Program Pengembangan Remaja (Adolescent Development)
  14. Mendukung berbagai kegiatan lain dari Program Pengembangan Remaja (Adolescent Development) jika dibutuhkan.


Proposed Timeline and working days (accumulative):
Konsultan akan bekerja untuk Adolescent Development – Sponsorship Program selama 9 bulan yakni mulai 1 Maret 2020 – 1 Desember 2020.

Expected consultant:
  1. Pendidikan formal minimal S1 dari semua jurusan, diutamakan dari jurusan sosial dan ekonomi.
  2. Memiliki pengetahuan tentang remaja di Nusa Tenggara Timur.
  3. Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang pemberdayaan masyarakat atau pengembangan remaja. pengalaman pelatihan dan pendampingan remaja.
  4. Memiliki keterampilan komunikasi lisan dan tulisan yang baik.
  5. Memiliki keterampilan dasar menggunakan komputer (Microsoft office: word, excel, powerpoint).
  6. Mampu mengendarai motor dan memiliki SIM C.
  7. Terampil dalam implementasi kegiatan sesuai dengan perencanaan.
  8. Terampil dalam bekerja di lingkungan multikulturalmenggunakan komputer (Microsoft office: word, excel, powerpoint).
  9. Mampu mengendarai motor dan memiliki SIM C.
  10. Terampil dalam implementasi kegiatan sesuai dengan perencanaan.
  11. Terampil dalam bekerja di lingkungan multikultural.
  12. Bersedia bekerja di pedesaaan dan daerah terpencil.

Submission:
Kandidate yang tertarik silahkan memasukan document sebagai berikut:
  1. Updated CV
  2. Cover Letter


To apply for this position, please click and go to our career site on

External applicant:
Closing date for application is up to January 13th, 2020
(Only short-listed candidates will be notified)

Please visit our website for more info https://www.stc.or.id/join-us/karir


Save the Children encourages qualified candidates to apply regardless of religion, race, gender, sexual orientation or disability
All recruitment practices and procedures reflect Save the Children’s commitment to protecting children from abuse

Sabtu, 21 Desember 2019

Loker Staf Program Assistant TB Resistan Obat - SR Khusus LKNU

Rekrutmen - Staf Asisten Program TB Resistan Obat

Untuk mendukung program eliminasi TB di Indonesia mencapai target eliminasi TB di tahun 2035, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) pada tahun 2018–2020 menjadi Sub Recipient Khusus (SRK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Sub-direktorat TB dengan dukungan dana Global Fund. Fokus utama SR-Khusus LKNU adalah mendukung penemuan kasus TB, pendampingan pasien TB dan advokasi untuk peningkatan kualitas layanan dan dukungan penanggulangan TBC. 

SR Khusus LKNU bekerja pada 10 Provinsi dan 61 Kabupaten kota di Indonesia. Saat ini LKNU membutuhkan staf untuk mengisi posisi sebagai berikut:

➢ Staf Asisten Program TB Resistan Obat (2 Posisi)
Staf Asisten Program TB Resistan Obat bertanggung jawab dalam mendukung kegiatan TB Resistan Obat dan berkoordinasi dengan Tim Pelaksana Lapangan TB Resistan Obat yang ada di seluruh wilayah cakupan SR Khusus LKNU. Staf Asisten Program TB Resistan Obat bertanggung jawab kepada Koordinator Monev TB Resistan Obat SR Khusus LKNU.
1. Ruang Lingkup Pekerjaan :
  • Membantu proses inisiasi program TB Resistan Obat di wilayah kerja SR Khusus LKNU;
  • Melakukan analisis dan rekapitulasi data kemajuan pendampingan pasien TB Resistan Obat dari Tim Pelaksana Lapangan;
  • Bekerja sama dengan Tim Teknis TB Resistan Obat dalam melakukan review dan verifikasi dokumen laporan program sesuai prosedur dan timeline yang berlaku;
  • Melakukan update database Tim Pelaksana Lapangan secara rutin;
  • Membantu melakukan pemantauan kegiatan manajemen kasus di RS rujukan TB Resistan Obat maupun kegiatan program TB Resistan Obat lainnya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
  • Membantu menyelenggarakan kegiatan program terkait akselerasi TB Resistan Obat tingkat nasional; 
2. Persyaratan Dasar:
  • Sarjana (S1) Kesehatan Masyarakat, diutamakan peminatan Epidemiologi atau Biostatistik ;
  • Memiliki pengalaman 1 tahun bekerja di NGO bidang kesehatan atau kemasyarakatan.;
  • Memiliki pengetahuan di bidang penanggulangan TB/TB Resistan Obat;
  • Memiliki keahlian dibidang manajemen dan analisis data, serta perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan program TB ;
  • Mampu mengoperasikan Microsoft Office, terutama Ms. Word. Ms. Excel, dan Ms. Power Point
  • Mampu mengoperasikan software pengolah data (SPSS, Stata, dsb) lebih disukai ; 
  • Memiliki kemampuan kordinasi yang baik, untuk dapat memfasilitasi koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di segala lini masyarakat dan pemerintahan;
  • Mampu berbahasa Indonesia dan Inggris, baik secara lisan dan tulisan;

3. Penempatan :

Lokasi penempatan berada di wilayah Jakarta Pusat.
Surat lamaran dan CV dikirim ke alamat email recruitment.lknu@gmail.com dengan Subyek: (POSISI)_(NAMA LENGKAP) 
paling lambat tanggal 25 Desember 2019. 

Hanya pelamar yang memenuhi syarat yang akan dipanggil wawancara.




Sabtu, 14 Desember 2019

OpRec FHI 360 Consultancy Opportunity for TB Private Sector Project

PositionTitle: Consultant Scope of Work for Strengthening DPPM Stewardship

Introduction

The U.S. Agency for International Development’s (USAID)Tuberculosis Private Sector (TBPS) Activity supports the Government ofIndonesia’s (GOI’s) goal of tuberculosis (TB) elimination by 2030. TBPSsupports a vision for fully scalable, market-based and government-supported PPMprogramming that accelerates private-sector diagnosis, notification, andsuccessful treatment to reduce TB incidence and mortality. TBPS will workclosely with a wide-range of national, provincial, and district-levelstakeholders to achieve the government’s broader vision and support theattainment of goals outlined in the National Tuberculosis Program ‘s(NTP)Strategic Plan to Control Tuberculosis 2016-2020.

The Ministry of Health (MOH) issued inNovember 2017 Guidelines on the Development of District Action Plans (DAP) for Tuberculosis, which clearly outlines a process for multi-sectoral engagement and development of the DAP.[1] The DAP is intended to: 1) outline roles andresponsibilities for the local government and other related parties to improvecommitment and leadership in controlling TB, 2) strengthen TB- related planningand budgeting; 3) improving coordination of activity planning, implementation,monitoring and evaluation. The DAP guidelines recognize that programming mustbe evidence-based with clear medium-term performance indicators and results,clear roles and responsibilities, and address resource and fundingrequirements. The DAP also recognizes that creating political support atprovincial and district levels and multi-sectoral stakeholder engagement iscritical. The role of the consultant will be to support the initialstewardship assessment in North and South Jakarta districts i
 ncollaboration with TBPS’ District Technical Officers and Meridian GroupInternational, Inc.’s Senior Manager, Ms. Cindi Cisek.

DPPMStewardship Strengthening Strategy

The District Public-Private Mix (DPPM) stewardshipstrategy will be designed to support strengthened governance and multi-sectoralengagement for the TB program at the district-level. Each district’s stewardshipstrategy will be tailored to the individual needs and progress of each districtbased on the results of the capacity assessment. We assume that North and SouthJakarta districts will be further along in the DAP process given their previoussupport from The Challenge TB (CTB) project. The firstphase of the DPPM stewardship strengthening will include two key steps: (1)Conduct district-level stewardship capacity assessment for North and SouthJakarta districts; (2) Develop district-specific stewardship strengtheningaction plan to be presented to the district authorities (the Mayor’ssecretariat (sekretaris daya) or TB DAP development team, and the healthdepartment) and major stakeholders where appropriate.

 

1)      Conduct district-levelstewardship capacity assessments. TPBS will conduct district-level capacityassessments that focus on the strengths and weaknesses of each district’s DAP. BothNorth and South Jakarta districts make use of the DKI Jakarta provincial actionplan. The assessment will review strengths and weaknesses of the DAP, interviewapproximately 10 key government and approximately 10 private sector stakeholdersin each district (a list of those to be interviewed with be developed incollaboration with TBPS) and identify opportunities for increased privatesector engagement.

 

-         Generating intelligence: Are DHOsand local stakeholders using an evidence-based approach to understand andanalyze the TB program and to build awareness around the roles of thenongovernment sector including for-profit players? DAP guidelines specificallymention situation analysis, focus group discussions for budget development,advocacy workshop for regulation on DAP, stakeholder dissemination of workshop,data collection, and multi-stakeholder workshops. 

-         Formulating strategic policydirection: Does district have a current, validated TB DAP? What arethe competitive strengths and weaknesses in the TB program and developstrategies and action plans that include the need for increased domesticresource mobilization and a specific role for non-profit and for-profit sectors?What is the overall budget for TB programming at the district-level? Has theDAP been signed/legalized by the authorities, and in which administrative stageis the DAP?

-         Building coalitions andpartnerships: MOHs and stakeholders establishor work through existing platforms for coordinating partnerships and advocatingfor multi-sectoral dialogue. Is there a functional TB Control Development Team,and how often do they meet? Or is the TB DAP development team anad-hoc entity? Who are the non-governmentalstakeholders that participate in the TB control development team (e.g.universities, professional associations, NGOs, and for-profit private sector)?Does the DAP include an activity matrix with overall roles andresponsibilities? What non-governmental resources are contributing to DAP?

-         Ensuringtools for implementation: Do MOH andpartners understand incentives and disincentives that exist and are partnersaware of existing tools including the legal and regulatory framework to overseeTB programming in the private sector?

-         Aligningpolicy objectives and market interventions: Are there existing initiatives that demonstrate how evidence-basedpolicies have led to strategic coordination among public- and private-sectors,including reshaping existing programs or introduction new market-interventionsand/or partnerships.

-         Accountabilityand transparency: Are thereappropriate data systems to provide data to track performance includingappropriate data from private partners to understand overall TB programperformance?  The key goal will be tomove from policy dialogue to action, implementing specific multi-sectoralinitiatives. 

 

Theassessment willalso determine the strengths and weaknesses of the district’s TB DAPdevelopment team and to what degree there is a strong multi-sectoralrepresentation. Meridian will develop and pilot a district-level capacityassessment tool to be used at the district-level, which will be refined inclose collaboration with the consultant and TBPS team.

 

Deliverables:  1) Written comments (in English) provided on thedraft capacity assessment tool; 2) written notes (in English) from eachinterview (1-2 pages per interview) in district-level capacity assessment forNorth and South Jakarta; 3) Writing of specific sections of the district-levelcapacity assessment reports (in English) for North and South Jakarta (to bedetermined).

 

2)      Develop district-levelstewardship strengthening action plans. Based onthe findings of the capacity assessment, TBPS will develop several keyrecommendations for the Mayor’s Secretariat and/or TB DAP Development Team toconsider in terms of concrete actions for further strengthening implementationof the DAP and multi-sector coordination. The consultant will develop aPowerPoint presentation (in Indonesian and English) that summarizes the district-levelcapacity assessment report findings and strategic recommendations to the TBControl Development Teams. The consultant will facilitate discussion with keystakeholders to determine any agreed upon action points to be included in theDAP.

 

Deliverables: 1)PowerPoint presentation (in Indonesian and English) developed to include keyfindings and recommendations on concrete actions for further strengthening DAPand multi-sector coordination; 2) Presentation delivered to key stakeholdersfrom the Mayor’s Secretariat and/or TB DAP Development Teams for both North andSouth Jakarta and the provincial health office DKI Jakarta.

ConsultantRequirements

§  At least 7 years’ professional experience in medical/healthrelated fields. Preferred (not mandatory) Master’s degree in a public health, medicine/pharmacology,or other related discipline.

§  Some private sector experience in Indonesia, either inservice-delivery setting, working through NGOs, or pharmaceutical companies.

§  Familiarity with MOH’s National TB strategy through previous workexperience related to the MOH.

§  Experience developing interview questionnaires, and conductinginterviews with senior level professional health officials

§  Fluency in Indonesian and strong writing, communication, andreporting skills

§  Fluency in English is desirable

§  Excellent interpersonal and communication skills

§  Ability to work within tight deadlines

§  Flexibility, adaptability, and resourcefulness

 

Period of Performance

 

January 1, 2020 – March 31, 2020 with an estimated level of effortof 40 days

 

Interested candidates please submit your CV to hr.indonesia@fhi360.org by 20December 2019 and put the title as “Consultant Strengthening DPPM Stewardship –(Name)”

 


[1] Guidelines on the Developmentof District Action Plan for Tuberculosis, Ministry of Health of the Republic ofIndonesia, 2017.

Vacancies with SurfAid Program Coordinator in Bima or Sumba Barat


SurfAid willstart the NUSATANI in Bima, NTB Province and Sumba Barat NTT with the Nutrition–SensitiveAgriculture approach, whichseeks to maximize agriculture’s contributionto positive nutrition outcomes

In eachlocation (Sumba or Bima), SurfAid needs 1 Program Coordinator.

Minimum Qualifications:
- MinimumBachelor’s degree from any major.

- 3 years’ experience managing teams both technicaland support in development /non- profit organization.
- Good understanding in community developmentprinciples and experience in issues of Mother Child Health, Food security,Agriculture and Water Sanitation.

- Experience in site management and long-distancemanagement will be an added point.

Qualified individuals can send the Application Form and othersupporting document to jobs@surfaid.org with PC NUSATANI  as email subject before 21 December 2019. Only shortlisted candidates will be notified.

SurfAid actively promotes gender and inclusivity. Womenand individuals with special needs are encouraged to apply. 

Loker Enumerator Solopos Institute

 *LOWONGAN* Solopos Institute, sebuah lembaga pelatihan jurnalistik dan riset di Solo,  tengah mempersiapkan riset pasar di kawasan Soloraya...